Kepemimpinan bukan keistimewaan, tetapi tanggung jawab ia bukan fasilitas, tetapi pengorbanan. Ia juga bukan leha-leha, tetapi kerja keras. Ia juga bukan kesewenang-wenagan bertindak, tetapi kewenangan melayani. Kepemimpinan adalah keteladanan berbuat dan kepeloporan bertindak.
Pemimpin yang baik adalah yang memahami aspirasi masyarakatnya. Disisi lain, pemimpin adalah hasil kehendak (pilihan) mereka. Dia seharusnya disenangi atau sekurang-kurangnya tidak dibenci karena, “Siapa yang mengimami (memimpin) sekelompok manusia (walau) dalam shalat, sedangkan mereka tidak menyenanginya, maka shlatatnya tidak melampaui kedua telinganya (tidak diterima Allah).
Sesungguhnya ia (jabatan) adalah amanah dan sesungguhnya ia pada hari kiamat menjadi (penyebab) kehinaan dan penyesalan, kecuali yang (bagi orang yang) menerimanya dengan hak dan menunaikan kewajibannya dalam amanah itu.
Siapa yang menugaskan seseorang dalam suatu kelompok dan dia menemukan dalam kelompok itu orang yang lebih disukai (lebih baik) dari yang ditugaskannya, maka dia telah menghianati Allah, Rasul-Nya dan mengkhianati kaum mukmim.
(secercah cahaya ilahi, M. Quraish shihab).
Empat sifat yang harus dipenuhi pemimpin umatnya Al-Shidq, yaitu kebenaran dan kesungguhan dalam bersikap, berucap serta berjuang melaksanakan tugasnya Al_amanah atau kepercayaan, yang menjadikan dia memelihara sebaik-baiknya apa yang diserahkan kepadanya, baik dari Tuhan maupun dari orang-orang yang dipimpinnya sehingga tercipta rasa aman bagi semua pihak.
Al-Fathanah, yaitu kecerdasaan yang melahirkan kemampuan menghadapi dan menanggulangi persoalan yang muncul seketika sekalipun At-Tabligh, yaitu penyampaian yang jujur dan bertanggung jawab, atau dapat diistilahkan dengan keterbukaan.
Tampilkan postingan dengan label mengenal akan arti hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mengenal akan arti hidup. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 Mei 2010
Kata-kata kasar
Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ia lewat, “Oh, maafkan saya” adalah reaksi saya. Ia berkata, “maafkan saya juga, saya tidak melihat anda”.
Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kaihi, tua dan muda.
Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. “Minggir,” kata saya dengan marah.
Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.
Ketika saya berbaring di tempat tidur, kata nurani seakan berbicara padaku, “sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.”
“bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru, anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.
Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.
Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, “Bangun, nak, bangun,” kataku. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?” ia tersenyum,” Aku menemukannya jatuh dari pohon.”
Aku mengambil bunga-bunga ini kerana mereka cantik seperti ibu, aku tahu ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru.”
Aku berkata, anakku, ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu: ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi.
Sikecilku berkata, oh ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
Aku pun membalas, anakku aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.”
Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan dimana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari. Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasak kehilangan selama sisa hidup mereka.
Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suati investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan.
Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita diatas? Apakah anda tahu apa arti kata keluarga? Dalam bahasa inggris, keluarga = FAMILY.
FAMILY = Father And Mother, I Love You
Jangan biarkan kasih sayang kita terhadap suami/istri, juga anak-anak kita terkikis, tumbuhkanlah dan semakin perbanyaklah waktu untuk keluarga kita.
Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kaihi, tua dan muda.
Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. “Minggir,” kata saya dengan marah.
Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.
Ketika saya berbaring di tempat tidur, kata nurani seakan berbicara padaku, “sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.”
“bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru, anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.
Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.
Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, “Bangun, nak, bangun,” kataku. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?” ia tersenyum,” Aku menemukannya jatuh dari pohon.”
Aku mengambil bunga-bunga ini kerana mereka cantik seperti ibu, aku tahu ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru.”
Aku berkata, anakku, ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu: ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi.
Sikecilku berkata, oh ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
Aku pun membalas, anakku aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.”
Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan dimana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari. Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasak kehilangan selama sisa hidup mereka.
Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suati investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan.
Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita diatas? Apakah anda tahu apa arti kata keluarga? Dalam bahasa inggris, keluarga = FAMILY.
FAMILY = Father And Mother, I Love You
Jangan biarkan kasih sayang kita terhadap suami/istri, juga anak-anak kita terkikis, tumbuhkanlah dan semakin perbanyaklah waktu untuk keluarga kita.
Senyumlah
Tersenyumlah.
Karena senyuman akan meluluhkan banyak hal.
Ia menghangatkan kepalan tangan yang menggigil.
Ia menyejukkan dada yang membara.
Tak cukup anda hanya berkata-kata, lebih baik anda meriasnya dengan busana teindah yaitu senyuman.
Tersenyumlah saat bertatap muka, berbicara di telepon, atau menulis surat.
Anda akan dikejutkan betapa hebatnya secarik snyuman mengubah diri anda dan orang lain.
Senyuman adalah bahasa bibir yang langsung mengetuk hati.karena tersenyum adalah sedekah termudah, termurah dan terindah yang bias anda berikan, jangan sembunyikan itu di balik kebejuan hati anda.
Entah darimana anak-anak belajar melukis wajah matahari pagi dengan selengkung senyuman.
Mungkin mereka tahu segarnya senyunab tak kalah dari segarnya matahari pagi.
Mungkin pula mereka teringat, semasa bayi dahulu, para orangtua rela berjungkir balik atau menampakkan mimik lucu mereka, demi sebuah senyuman tulus seorang bayi.
Atau, mungkin anak-anak itu mengajari anda bahwa memulai hari dengan senyuman jauh lebih berharga daripada memikirkan rencana-rencana lain.
Cobalah.
Karena senyuman akan meluluhkan banyak hal.
Ia menghangatkan kepalan tangan yang menggigil.
Ia menyejukkan dada yang membara.
Tak cukup anda hanya berkata-kata, lebih baik anda meriasnya dengan busana teindah yaitu senyuman.
Tersenyumlah saat bertatap muka, berbicara di telepon, atau menulis surat.
Anda akan dikejutkan betapa hebatnya secarik snyuman mengubah diri anda dan orang lain.
Senyuman adalah bahasa bibir yang langsung mengetuk hati.karena tersenyum adalah sedekah termudah, termurah dan terindah yang bias anda berikan, jangan sembunyikan itu di balik kebejuan hati anda.
Entah darimana anak-anak belajar melukis wajah matahari pagi dengan selengkung senyuman.
Mungkin mereka tahu segarnya senyunab tak kalah dari segarnya matahari pagi.
Mungkin pula mereka teringat, semasa bayi dahulu, para orangtua rela berjungkir balik atau menampakkan mimik lucu mereka, demi sebuah senyuman tulus seorang bayi.
Atau, mungkin anak-anak itu mengajari anda bahwa memulai hari dengan senyuman jauh lebih berharga daripada memikirkan rencana-rencana lain.
Cobalah.
Langganan:
Postingan (Atom)