WELCOME TO MY BLOG

MUDAH-MUDAHAN ANDA MENDAPATKAN SESUATU DARI BLOG KAMI INI

Waktu shalat

Cari Blog Ini

apakah blog ini perlu dikembangkan?

Jumat, 14 Mei 2010

KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan bukan keistimewaan, tetapi tanggung jawab ia bukan fasilitas, tetapi pengorbanan. Ia juga bukan leha-leha, tetapi kerja keras. Ia juga bukan kesewenang-wenagan bertindak, tetapi kewenangan melayani. Kepemimpinan adalah keteladanan berbuat dan kepeloporan bertindak.
Pemimpin yang baik adalah yang memahami aspirasi masyarakatnya. Disisi lain, pemimpin adalah hasil kehendak (pilihan) mereka. Dia seharusnya disenangi atau sekurang-kurangnya tidak dibenci karena, “Siapa yang mengimami (memimpin) sekelompok manusia (walau) dalam shalat, sedangkan mereka tidak menyenanginya, maka shlatatnya tidak melampaui kedua telinganya (tidak diterima Allah).
Sesungguhnya ia (jabatan) adalah amanah dan sesungguhnya ia pada hari kiamat menjadi (penyebab) kehinaan dan penyesalan, kecuali yang (bagi orang yang) menerimanya dengan hak dan menunaikan kewajibannya dalam amanah itu.
Siapa yang menugaskan seseorang dalam suatu kelompok dan dia menemukan dalam kelompok itu orang yang lebih disukai (lebih baik) dari yang ditugaskannya, maka dia telah menghianati Allah, Rasul-Nya dan mengkhianati kaum mukmim.
(secercah cahaya ilahi, M. Quraish shihab).
Empat sifat yang harus dipenuhi pemimpin umatnya Al-Shidq, yaitu kebenaran dan kesungguhan dalam bersikap, berucap serta berjuang melaksanakan tugasnya Al_amanah atau kepercayaan, yang menjadikan dia memelihara sebaik-baiknya apa yang diserahkan kepadanya, baik dari Tuhan maupun dari orang-orang yang dipimpinnya sehingga tercipta rasa aman bagi semua pihak.
Al-Fathanah, yaitu kecerdasaan yang melahirkan kemampuan menghadapi dan menanggulangi persoalan yang muncul seketika sekalipun At-Tabligh, yaitu penyampaian yang jujur dan bertanggung jawab, atau dapat diistilahkan dengan keterbukaan.

Kata-kata kasar

Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ia lewat, “Oh, maafkan saya” adalah reaksi saya. Ia berkata, “maafkan saya juga, saya tidak melihat anda”.
Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kaihi, tua dan muda.
Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. “Minggir,” kata saya dengan marah.
Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.
Ketika saya berbaring di tempat tidur, kata nurani seakan berbicara padaku, “sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.”
“bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru, anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.
Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.
Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, “Bangun, nak, bangun,” kataku. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?” ia tersenyum,” Aku menemukannya jatuh dari pohon.”
Aku mengambil bunga-bunga ini kerana mereka cantik seperti ibu, aku tahu ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru.”
Aku berkata, anakku, ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu: ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi.
Sikecilku berkata, oh ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
Aku pun membalas, anakku aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.”
Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan dimana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari. Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasak kehilangan selama sisa hidup mereka.

Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suati investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan.
Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita diatas? Apakah anda tahu apa arti kata keluarga? Dalam bahasa inggris, keluarga = FAMILY.
FAMILY = Father And Mother, I Love You

Jangan biarkan kasih sayang kita terhadap suami/istri, juga anak-anak kita terkikis, tumbuhkanlah dan semakin perbanyaklah waktu untuk keluarga kita.

Senyumlah

Tersenyumlah.
Karena senyuman akan meluluhkan banyak hal.
Ia menghangatkan kepalan tangan yang menggigil.
Ia menyejukkan dada yang membara.
Tak cukup anda hanya berkata-kata, lebih baik anda meriasnya dengan busana teindah yaitu senyuman.
Tersenyumlah saat bertatap muka, berbicara di telepon, atau menulis surat.
Anda akan dikejutkan betapa hebatnya secarik snyuman mengubah diri anda dan orang lain.
Senyuman adalah bahasa bibir yang langsung mengetuk hati.karena tersenyum adalah sedekah termudah, termurah dan terindah yang bias anda berikan, jangan sembunyikan itu di balik kebejuan hati anda.
Entah darimana anak-anak belajar melukis wajah matahari pagi dengan selengkung senyuman.
Mungkin mereka tahu segarnya senyunab tak kalah dari segarnya matahari pagi.
Mungkin pula mereka teringat, semasa bayi dahulu, para orangtua rela berjungkir balik atau menampakkan mimik lucu mereka, demi sebuah senyuman tulus seorang bayi.
Atau, mungkin anak-anak itu mengajari anda bahwa memulai hari dengan senyuman jauh lebih berharga daripada memikirkan rencana-rencana lain.
Cobalah.

posting pertamaku

Teman adalah hadiah dari Yang Di atas buat kita.

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek.

Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik.

Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.

Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.

Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama.

Kita mencintai dia dan dia mencintai kita. Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.

Kita tidk suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menhindar dari mereka.

Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKANlah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lutunya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mecaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa “lutut” mereka luka atau mereka takut air”, mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll, karena bagaimanapun mereka manusia yang punya harga diri dan membutuhkan pengakuan akan keberadaan dirinya. It’s a defense mechanism.

Itulah cara mereka mempertahankan diri.

Mereka tidak akan bilang; tapi mereka akan bilang :

“Aku tidak bisa menari” : menari itu tidak menarik.”

“Aku membutuhkan kamu ;” tidak ada yang cocok denganku.’

“Aku kesepian”; “teman-temanku sudah lulus semua”

“Aku butuh diterima” ; “ Aku ini buruk, siapa yang bakal tahan denganku”

“Aku ingin didengarkan” ; “Kisah hidupku membosankan…”

Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bafus atau jelek, entah isinya bafua atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa-dengan-jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya tabg sydag disiapkanNya buat kita.

Berikanlah makna di dalam kehidupan anda bukan hanya untuk anda sendiri saja melainkan juga untuk membahagiakan sesama manusia di dalam lingkungan kehidupan anda.

Berikanlah waktu bagi diri anda dengan digabung oleh rasa kasih. Sehingga anda dapat mengerti arti nilai dari waktu. Untuk mengetahui nilainya waktu SATU TAHUN tanyakanlah kepada mahasiswa yang tidak lulus ujian. Untuk mengetahui nilainya waktu SATU BULAN tanyakanlah kepada ibu yang melahirkan bayi secara premature. Untuk mengetahui nilainya waktu SATU MINGGU tanyakanlah kepada redaksi dan editor dari majalah mingguan. Untuk mengetahui nilainya waktu SATU JAM tanyakanlah kepada seorang kekasih yang sedang menunggu kedatangan pacarnya. Untuk mengetahui nilainya waktu SATU MENIT tanyakanlah kepada orang yang terlambat untuk naik kereta api. Untuk mengetahui nilainya waktu SATU DETIK tanyakanlah kepada seorang yang barusan saja mengalami musibah kerena kelalaian dalam sedetik saja.

Seorang sahabat sama seperti satu permata yang tak ternilai harganya. Seorang kawan bias membuat kita ceria, membuat kita terhibur. Mereka meminjamkan kupingnya kepada kita pada saat kita membutuhkannya.

Mereka bersedia membuka hati maupun perasaannya untuk berbagi suka dan duka dengan kita pada saat kita membutuhkannya. Maka dari itu janganlah buang waktu yang anda miliki, jangalah sia-sia akan waktu uang sedemikian berharganya.

Bagikanlah sebagian dari waktu yang anda miliki untuk seorang kawan. Pasti waktu yang anda berikan tersebut akan berbalik kembali seperti juga lingkaran walaupun terkadang kita tidak tahu dari mana dan dari siapa datangnya.

Mulailah kita awali dengan memberikan waktu kita sejenak dengan memforward artikel ini kepada semua kawan atau sahabat yang membutuhkannya.

Dengan ucapan I Care About You!