WELCOME TO MY BLOG

MUDAH-MUDAHAN ANDA MENDAPATKAN SESUATU DARI BLOG KAMI INI

Waktu shalat

Cari Blog Ini

apakah blog ini perlu dikembangkan?

Minggu, 05 September 2010

DAFTAR NOTASI

DAFTAR SIMBOL

AP = After Perpendicular (Garis tegak buritan)
AW’L’ = Luas penampang garis air kapal oleng
B = Lebar kapal
B = Titik tekan kapal
BB’ = Lengan gaya tekan, atau jarak tegak lurus antara garis
kerja gaya tekan kapal saat oleng terhadap titik tekan B.
Bb = Lengan gaya berat atau jarak tegak lurus antara garis
kerja gaya berat kapal sewaktu oleng terhadap titik
tekan B.
BG = Jarak titik berat G terhadap titik tekan B.
BO = Jarak vertikal titik tekan B terhadap garis air kapal
sewaktu tegak.
BӨO’’ = Jarak vertikal titik tekan BӨ terhadap garis air kapal
sewaktu oleng.
BtBӨ = Jarak horizontal titik tekan B dengan BӨ.
BvBӨ = Jarak vertikal titik tekan B dangan BӨ.
B’ = Suatu titik pada garis kerja gaya tekan kapal sewaktu
oleng yang posisinya tegak lurus terhadap titik tekan B.
BӨ = Titik tekan kapal pada keadaan miring atau oleng.
B = Suatu titik pada garis kerja gaya berat kapal sewaktu oleng
yang posisinya tegak lurus terhadap titik tekan B.
b’ = Suatu titik pada garis kerja gaya berat kapal sewaktu oleng
yang posisinya terak lurus terhadap titik lunas K.
b = Titik tekan volume baji keluar.
bӨ = Titik tekan volume baji masuk.
btbӨ = Jarak horizontal antara titik tekan b dengan bӨ.
bvbӨ = Jarak vertikal antara titik tekan b dengan bӨ.
C = Kopel
C = Garis sumbu bidang tengah memanjang atau melintang
kapal.
CB = Koefisien blok kapal
C = Kostanta tebal kulit kapal
D = Displeismen atau gaya tekan kapal
D’ = Displeismen atau gaya tekan kapal oleng
DWT = Dead Weight Tonnage (bobot mati atau berat muatan
Kapal)
F = Gaya
FL = Faktor luas menurut formula simpson I
FMv = Faktor momen vertikal
FP = Fore Perpendicular (garis tegak haluan)
FV = Faktor volume menurut formula simpson I
K = Lunas
KB = Jarak vertikal titik berat kapal terhadap garis dasar atau
garis lunas
KBӨ = Jarak vertikal antara titik tekan kapal oleng terhadap garis
dasar atau garis lunas
Kb’ = Lengan gaya berat atau jarak tegak lurus antara garis
kerja gaya berat kapal sewaktu oleng terhadap titik lunasK
KF = Jarak titik berat penampang garis air kapal oleng terhadap
sumbu KK
KG = Jarak vertical titik tekan kapal terhadap garis dasar atau g
garis lunas
KK = Sumbu vertical atau horizontal yang melalui titik lunas
kapal
Kk = Lengan gaya tekan,atau jarak tegak lurus antara garis
kerja gaya tekan saat oleng terhadap titik lunas K
KKBӨ = Jarak tegak lurus antara garis kerja gaya tekan kapal
oleng terhadap sumbu vertical KK
K = Suatu titik pada garis kerja gaya tekan kapal sewaktu
oleng yang posisinya tegak lurus terhadap titik lunas K
L = Panjang kapal
L = Jarak antar section
LCB = Longitudinal Center of Bouyancy (Jarak memanjang titik
tekan kapal terhadap garis tegak buritan)
LCG = Longitudinal Center of Gravity (Jarak memanjang titik berat
kapal terhadap garis tegak buritan)

Ld = Lengan stabilitas dinamis
LWT = Lightweight Tonnage (berat kapal kosong)
M = Momen
M = Metasentra
MB = Jari – jari metasentra atau jarak antara metasentra dengan
titik tekan kapal
MD = Momen gaya tekan kapal
MdD = Momen dinamis gaya tekan kapal
MdW = Momen dinamis gaya berat kapal
MG = Tinggi metasentra atau jarak antara metasentra dengan
titik berat kapal
MK = Jarak antara metasentra dengan garis lunas kapal
MW = Momen gaya berat kapal
Mlw = Momen statis memanjang komponen berat kapal
Mvw = Momen statis vertikal komponen berat kapal
N = Metasentra pada sudut oleng bsar
O = Titik potong garis air dengan bidang vertikal tengah
memanjang kapal
O’ = Titik potong garis air kapal oleng dengan garis kerja gaya
berat

O’’ = Titik potong garis air kapal oleng dengan garis kerja gaya
tekan
Sda = Stabilitas dinamis awal
Ssa = Stabilitas statis awal
T = Sarat kapal
T = Perubahan sarat pada sisi kapal saat oleng
T = Jarak antara garis air

V = Volumina atau volum lambung kapal di bawah permukaan
air
V’ = Volume kapal oleng
V = Volume baji
Vl = Volume baji keluar
Vr = Volume baji masuk

W = Berat kapal (Gaya berat kapal)

WD = Kerja dinamis gaya tekan
WL = Garis air
W’L’ = Garis air kapal oleng
W = Berat komponen kapal

Ym = Sebagian lebar section pada suatu garis air tertentu yang
diukur dari garis vertikal yang melalui titik lunas ke sisi arah
kapal oleng kapal.
Yk = Sebagian lebar section pada suatu garis air tertentu yang
diukur dari garis air vertikal yang melalui titik lunas ke sisi
berlawanan arah oleng kapal.
Y = Lengan gaya atau jarak gaya terhadap sumbu horizontal
∑ = Jumlah
ɤ = Berat jenis air
Ɵ = Sudut oleng
Ɵd = Sudut oleng di mana garis air oleng melalui garis geladak
dan titik tengah lebar garis air kapal tegak.

Tidak ada komentar: